Sahabat………
Usia merupakan bagian dari alur perjalanan hidup kita, usia pulalah yang menentukan sudah berapa lama kita berpijak di permukaan bumi ini.
Disadari atau tidak, hidup yang kita jalani saat ini adalah bagian dari rangkaian skenario Sang Sutradara. Kendati demikian, hasilnya tetap saja bergantung pada para pemainnya.
Ada kalanya kenikmatan menyemai diri, namun tidak sedikit pula terpaan ombak menghentakkan jiwa.
Tentunya, telah banyak amal yang kita perbuat dalam mengisi hari-hari di perjalanan kehidupan. Kita semestinya menyadari bahwa tidak mudah untuk mengarungi samudera kehidupan, ujian serta cobaan yang kian mendera memaksa kita untuk bertahan, curamnya jurang dan terjalnya tebing harus kita hadapi dengan kesungguhan. Perjuangan dan pengorbanan adalah harga mutlak dari suatu pertarungan hidup, kalah-menang merupakan bagian dari dinamika sebuah orientasi, hidup tanpa ujian bak sayur tanpa garam, dan rasa adalah sebuah naluri yang mampu membuka kebuntuan ditengah aktivitas yang kian menderas karena semakin tinggi pohon akan semakin besar pula angin yang menerpanya. Begitupun dengan kita, semakin bertambah usia tentu akan bertambah pula badai yang senantiasa menerjang.
Seharusnya kita takut ketika harus dihadapkan pada empat pertanyaan yang akan kita dapati di hari nanti, yang salah satunya ialah “Digunakan untuk apa usia yang telah diberikan selama ruh masih bersatu dengan jasad ?”.
Sahabat……………
Kita harus tetap berdiri, berjalan dan menggapai harapan. Kita akan mencapai titik akhir dari adegan yang kita mainkan di film kehidupan. Yakinlah, bahwa jasad kita tidak selamanya bernyawa, suatu saat nanti nafas kita tidak lagi berhembus, kaki tidak dapat lagi mengayunkan langkahnya, dan kita akan tidur dengan nyenyak di alam pembaringan selama-lamanya hingga datang hari akhir.
Hidup ini indah, maka jangan sia-siakan hidup, berbuatlah selama masih hidup, sebelum datang penjemput hidup.*
Tuesday, December 26, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment